Showing posts with label belajar lighting. Show all posts
Showing posts with label belajar lighting. Show all posts

Saturday, July 16, 2022

FLASH YONGNUO 560 IV review setelah pemakaian kurang lebih empat tahun

FLASH YONGNUO 560 IV review setelah pemakaian kurang lebih empat tahun

Artikel ini dibuat untuk kamu yang sedang mencari referensi lampu flash yang cukup murah dan gampang digunakan untuk belajar menggunakan cahaya tambahan. 

Sewaktu gue masih belajar fotografi di sekitar tahun 2015. Gue sempat kebingungan bagaimana cara memotret menggunakan flash. Karena pelajaran paling basic yang gue pelajari adalah bagaimana memotret dengan menggunakan segitiga eksposure. Saat flash masuk ke dalam variable lainnya, maka segitiga eksposure jadi tidak terlalu sama lagi cara penggunaannya.

Ada cerita dimana gue kebingungan menggunakan flash di blog ini. Ceritanya bisa dibaca di sini.

Karena gue penasaran bagaimana sih caranya menggunakan flash. Maka gue waktu itu beli yongnuo seri YN 460 second dari sesama  teman fotografer juga, sewaktu itu harganya sekitar 320 ribu rupiah. Namun dikarenakan seringkali hanya menaruhnya di dalam tas dan pemakaian yang terus  menerus flash ini patah di bagian hot shoenya.

baca juga :

Jasa Fotografer Samarinda, Fotografer SamarindaJasa Fotografer

Untungnya (Indonesia banget gue, mau rusak pun tetap bilang untung) flash ini rusak setelah gue ngejob, bukan pada saat ngejob. Kemudian gue segera cari penggantinya. Akhirnya pilihan jatuh ke YN 460 mark II second dan itu juga punya teman. 


Tapi setelah beberapa kali ngejob akhirnya gue sadar, gain yang didapat dari YN 460 ini masih kurang kencang. Sampai akhirnya di tahun 2018 saya membeli flash YN 560 IV ini sebanyak dua buah. Second juga dari seorang fotografer yang mengupgrade flashnya jadi Godox.

Flash YN 560 ini lumayan kuat gainnya dan sudah mempunyai receiver sendiri di dalamnya, jadi kalau punya triggernya. Maka flash tersebut tidak perlu lagi dipasangi receiver. Kelemahannya dari flash ini untuk warna lampu kalau menggunakan speed flash sekitar 1/8 maka warnanya bakalan agak biru.


Sedangkan kalau godox saya pernah coba yang GODOX TT 600 warnanya agak warm. 

baca juga :

Jasa Fotografer Samarinda, Fotografer SamarindaJasa Fotografer

Kembali ke Flash YN 560 ini selama pemakaian 4 tahun belum pernah ada masalah yang berarti. Baterai ya pasti boros, alkaline cuma bisa dipakai dua kali ngejob bahkan mungkin sekali kalau sampai sore. Namun untuk hal build quality dan pada saat pemakaian sangat jarang bermasalah.

Beberapa teman ada yang sudah mulai mengalami kerusakan dikarenakan umur juga, engselnya mulai lemes dan flash tidak bisa diatur dengan leluasa. Tapi untuk pemula dan untuk kamu yang mempunyai dana yang terbatas. Flash ini masih worthed banget buat dibeli.


Link YN 560 IV di marketplace :

Shopee : 

https://shope.ee/1L2c5kombQ


Saturday, September 21, 2019

FOTOGRAFI DAN LIGHTING PART PERTAMA

Keresahan saya akan pengkotak - kotakkan lighting.

Fotografi dan lighting adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Pada saat memotret menggunakan cahaya natural pun, lighting (pencahayaan) harus diperhatikan.

Namun lucunya pada saat ini, saat ngobrolin tentang lighting, pasti langsung berasosiasi dengan lampu flash dan lampu studio. Lebih parah lagi, bahkan lighting ada yang mempersempit hanya pada lampu studio saja. 

Pemikiran - pemikiran seperti ini sebenarnya yang membuat fotografi semakin menjadi rumit.

Padahal semua bertitik fokus pada satu hal, bagaimana seorang fotografer menggunakan cahaya untuk membuat sebuah foto.

LIGHTING ITU PENCAHAYAAN

Gak perlu dikotak - kotakin, karena sekarang lighting pun bergeser pada ranah selera. Namun ingat, setiap hal yang berkaitan dengan selera, harus dilandasi dengan tekhnis yang benar.

Saya adalah seorang yang kolot awalnya, pada saat saya membeli kamera, saya merasa cahaya natural adalah yang terbaik. Saya memotret menggunakan cahaya natural, Nikon D3100 dan Lensa Nikkor 50mm 1.8G andalan. Saya bangga dengan hasil saya, dikarenakan cukup dengan bukaan besar saya bisa menghandle situasi.

Namun pada suatu ketika, saya dihadapkan pada posisi hunting bareng di malam hari. Dengan cahaya yang sangat minim, dan saya tidak mampu berkutik. Menggunakan iso tinggi, foto saya tidak tajam dan penuh dengan noise. Ini adalah hal yang kurang saya suka, karena bakal susah saat ngedit.

Saya dipinjami flash speedlite saat itu. Dan apa yang terjadi? Saya sama sekali tidak bisa menggunakannya. Kenangan yang manis di 2015 itu. Saya tidak tau harus bagaimana, saya tembakkan ke arah wajah model, muka model langsung terlalu terang dan lepek. 

Saya ubah posisi saya ke portrait, tetap tidak enak. Sampai akhirnya saya lepas flash tersebut dan menyerah. Hari itu saya mengakui, menggunakan cahaya tambahan adalah hal yang cukup penting. Dan mereka yang mengajak saya sesi foto saat itu, sangat beruntung telah paham akan penggunaan flash speedlite tersebut. Tak seperti saya yang tak punya ilmunya sama sekali dan benar - benar bodoh.

Ini adalah hasil foto saya pada malam itu.

ISO 800 F5 1/50

Saya terpaksa menggunakan iso 800 dan speed yang rendah, inipun setelah berapa kali post processing baru bisa saya bikin agak terang. Setelah kejadian yang membuat saya down hampir sebulan ini, saya mencoba bangkit. Saya kumpulin duit buat beli flash.

Belilah saya YoungNou 460 mark II second, saya lupa beli punya siapa. YN460II ini saya pakai untuk berlatih memotret di malam hari. Saya pelajari apa itu bounching, manual, slave, diffusser. Cahaya tambahan ini ternyata cukup menolong saya untuk menghasilkan foto yang tajam pada saat cahaya kurang. Dan kalau ngejob cukup menjadi equipment yang sangat mendukung.

Saya juga pelajari bagaimana flash ini bisa digunakan di siang hari pada saat outdoor untuk menerangkan wajah model saat menginginkan hasil background yang agak gelap.Namun setelah beberapa kali saya lakukan, saya tidak mendapatkan dinamika cahaya pada wajah apabila saya menggunakan flash pada siang hari. Sebab itu saya kembali hanya menggunakan cahaya natural saat memotret di siang hari, terutama pada saat beauty portrait. Ini jatuhnya sudah kepada selera.

Banyak sekali fotografer yang suka main flash di siang hari dan itu sah2 saja, kalau memang itu selera mereka.

Itulah sebenarnya indahnya fotografi, saat tekhnis standar sudah benar seperti pencahayaan dan komposisi. Setelah itu baru kemudian selera yang berbicara. 

Gak ada yang salah ataupun benar dalam bagaimana seorang fotografer menggunakan cahaya. Yang salah hanya saat kamu OVER EKSPOSURE sampai detailmu hilang dan fotomu washout sampai gak enak diliat, atau UNDER EKSPOSURE sampai begitu gelapnya dan sudah gak tau itu foto apa? dan POI dari foto kehilangan pointnya.

Yawdah itu aja dulu, saya sendiri masih harus banyak belajar tentang pencahayaan ini. Terutama ARTIFICIAL LIGHTING atau cahaya tambahan, baik itu penggunaan flash, softbox, octabox, beauty disc, reflector dan lain - lain. Banyak sekali hal - hal disini yang harus saya pelajari. Semoga semua teman fotografer tetap semangat belajar ya. 

SALAM JEPRET,
- @ryudhis